Vroeger
Koffiehuis

Es kopi susu Vroeger Koffiehuis dengan biji kopi melayang

Rumah kopi tua di sudut Batavia. Berdiri 1928, diseduh tiga generasi.

Baca Ceritanya

Bermula
1928

Satu
Resep

Masih
Di Sini

Biji kopi arabika Gayo berjatuhan Proses seduh manual V60 pour-over Es kopi susu Vroeger Koffiehuis siap disajikan

Opa Tjokro membuka kedai kecil di sudut Pasar Baroe — sekarung biji Gayo dan satu ketel tembaga.

Resepnya tak pernah ditulis. Diajarkan lewat tangan, dari bapak ke anak, hampir seabad.

Kota berganti wajah. Kedai ini tetap. Cangkir yang sama sejak 1928.

Bab Satu — Batavia, 1928

Kedai di
Sudut Pasar

Vroeger — bahasa Belanda untuk "dulu". Nama itu diberikan pelanggan pertama kami, seorang juru tulis Hindia yang selalu berkata: "kopimu rasanya seperti dulu." Opa Tjokro tak pernah menggantinya. Katanya, kopi yang baik memang tak perlu jadi baru.

Foto arsip kedai kopi Vroeger di Pasar Baroe, Batavia, 1928
Kedai pertama di sudut Pasar Baroe, Batavia — 1928
1928Cangkir pertama dituang
3Generasi penjaga resep
1Ketel tembaga yang sama
0Resep yang pernah ditulis
Bab Dua — Sang Pendiri

Opa
Tjokro

Tjokrosoedarmo — orang-orang pasar memanggilnya Opa Tjokro. Ia tak pernah menyebut dirinya pedagang. "Saya cuma menuang," katanya, "yang bekerja itu waktu."

Potret studio Opa Tjokro, pendiri Vroeger Koffiehuis
Potret studio, sekitar 1930

"Kopi yang baik tidak perlu jadi baru. Ia hanya perlu diingat."

— Opa Tjokro, 1928
Bab Tiga — Hampir Seabad

Jejak
Waktu

Vroeger
Bab Empat — Belum Selesai

Ceritanya
Masih Dituang

Kunjungi Kedai Kami